Senin, 11 Juli 2011

RPP GEOGRAFI KLAS X

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Materi Pelajaran : Geografi
Kelas / Semester : X / Ganjil
Pertemuan : 1
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
I. Standar Kompetensi : Menganalisis gejala alam fisik dan perkembangan bentuk muka bumi serta pelestariannya dengan memahami konsep, pendekatan, prinsip dan aspek geografi.
II. Kompetensi Dasar :Menjelaskan konsep geografi
III. Indikator :
1. Menerapkan konsep geografi dalam kajian geografi pada dunia nyata dan mendorong pengetahuan yang dimiliki dengan penerapan kehidupan sehari-hari(denganmembuatilustrasi)(C3) Explain : INTRODUCTION , DEVELOPMENT AND DEFINITION OF GEOGRAPHY
2. Menguraikan konsep geografi dari berbagai referensi.(C2)
3. Merumuskan konsep geografi dalam kajian geografi.(C2)
4. Memahami gejala alam fisik dan perkembangan bentuk muka bumi sebagai betuk keagungan Tuhan(C2)

V. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan ekplorasi,elaborasi dan konfirmasi
1. Siswa dapat mendefinisikan geografi berdasarkan asal katanya.(C1)
2. Siswa dapat menjelaskan pengertian geografi menurut beberapa tokoh geografi.(C1)
3. Siswa dapat menguraikan 10 konsep geografi. (C2)
4. Siswa dapat menyebutkan ruang lingkup geografi(C1}
5. Siswa dapat memahami gejala alam fisik dan perkembangan bentuk muka bumi sebagai betuk keagungan Tuhan(C3)
VI. Materi Ajar
= Konsep geografi
Geograph is the science that studies similarity and differenc of geospheric phenomena with enviromental and regional point of view in spatial context, basically, scope of geography encompasses all phenomena that happen on eart’s surface with some variations and spatial organization. Thereofer, geography can obtain data and facts anywhere and anytime.
Geography (from Greek γεωγραφία - geographia, lit. "earth describe-write" is the study of the Earth and its lands, features, inhabitants, and phenomena.[2] A literal translation would be "to describe or write about the Earth". The first person to use the word "geography" was Eratosthenes (276-194 B.C.). Four historical traditions in geographical research are the spatial analysis of natural and human phenomena (geography as a study of distribution), area studies (places and regions), study of man-land relationship, and research in earth sciences. Nonetheless, modern geography is an all-encompassing discipline that foremost seeks to understand the Earth and all of its human and natural complexities—not merely where objects are, but how they have changed and come to be. As "the bridge between the human and physical sciences," geography is divided into two main branches—human geography and physical geography.
VII. Metode dan Media Pembelajaaran
Metode : Contextual Teaching and Learning (CTL)
Srategi :Cooperative Integrated Reading And Composition (Circ)
Kooperatif Terpadu Membaca Dan Menulis dengan membangun konsep/pengetahuan dari yang “DILIHAT”
VIII. Langkah Pembelajaran
A. PENDAHULUAN
Motivasi dan Appersepsi serta berdoa
B. KEGIATAN POKOK /INTI
a. Kegiatan Individu
• Siswa mengemukan definisi geografi dari bahan referensi dari geografi bilingual 1 secara mandiri.
• Siswa dapat menjelaskan “INTRODUCTION GEOGRAPHY”
- Informasi mengenai PERKEMBANGAN GEOGRAFI.
- Tanya jawab tentang . “INTRODUCTION GEOGRAPHY

b. Kegiatan kelompok (di Lab. Bahasa / multy media ):
• Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara berderet dengan cara mengoperasikan komputer (all listen).
• Guru memberikan wacana sesuai dengan topik pembelajaran
• Guru menyampaikan kata-kata sulit untuk membantu siswa
• Siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap apa yang ditampilkan dan ditulis pada lembar kertas
• Mempresentasikan/membacakan hasil kelompok
• Guru membuat kesimpulan



Kegiatan inti
Kegiatan Explorasi :
• Peserta didik melihat tayangan media elektronik yang menayangkan tentang hasil :dari blog geografi :hht://geographyyes.blogspot.com,- Peserta didik mendiskripsikan karya yang ditayangkan meliputi pembuatan dengan power point
Kegiatan Elaborasi
• Memfasilitasi Peserta didik membagi empat kelompok,melalui pemberian tugas,diskusi
• Setiap kelompok mengumpulkan hasil diskripsi dari anggota dan membuat kesimpulan
• Setiap kelompok membuat laporan hasil diskusi .
• Setiap kelompok mempresentasikan didepan kelas, kelompok lain memberi tanggapan.
Kegiatan Konfirmasi
• Guru memberikan komentar sebagai umpan balik berkaitan dengan hasil presentasi dan tanggapan kelompok lain.
• Guru memberi kesimpulan dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan
• Mendiskusikan hasil kelompok.
C. PENUTUP
• Guru bersama siswa menyimpulkan pelajaran.
• Penilaian.
• Refleksi : Peserta didik mengungkapkan kesan terhadap pentingnya keberadaan pelajaran geografi dan keadaan disekelilingnya terutama yang berhubungan dengan kegiatan manusia sehari-hari .
• Guru menginformasikan kepada peserta didik pekerjaan di rumah:mengumpulkan mengerjakan tugas dari lks,download dsb.
• Berdoa.
• Keluar kelas dengan tertib pada waktunya
IX. Sumber dan Alat Belajar :
1. Sumber : Media Cetak, media elektronik, lingkungan sekitar
Gatot Harmanto.Geografi Bilingual. YRAMA WIDYA. 2008
Sumadi Sutrijat Geografi 1 (buku paket). 1999
http://geographyyes.blogspot.com

2. Alat: Perangkat Lab Bahasa / lab Multimedia

X. Penilaian
A. Indikator Pencapaian :
• Mempresentasikan bahan ajar dengan membuka blog geografi : http :// Geographyyes.blog spot.com / power point
• Dapat lebih menghargai karya orang lain dan mempertebal rasa kebangsaan.
• Dapat lebih mengagumi proses alam hasil ciptaan Tuhan
B. Teknik Penilaian : test tertulis dan lisan
C. Bentuk Instrumen :soal uraian


D. Contoh Instrumen :
Butir soal.
1. Terjemahkan pengertian geografi dalam bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia
2. Jelaskan perkembangan geografi!
a. Generalist Geography
b. Specialist Geography
c. Fisis Determinism
d. Possibilis
3. Tuliskan definisi geografi menurut masing-masing individu/kelompok !

KUNCI JAWABAN
Geografi adalah ilmu tentang lokasi dan variasi keruangan atas fenomena fisik dan manusia di atas permukaan bumi. Kata geografi berasal dari Bahasa Yunani yaitu gê ("Bumi") dan graphein ("menulis", atau "menjelaskan"). Geografi juga merupakan nama judul buku bersejarah pada subyek ini, yang terkenal adalah Geographia tulisan Klaudios Ptolemaios (abad kedua).
a. Geografi Generalis : Kajiannya meliputi fenomena : Litosfer, hidrosfer, atmosfer dan bentuk muka bumi.
b. Geografi Spesialis: Kajiannya meliputi masalah penduduk dan sosial
c.Makhluk hidup dipengaruhi oleh hukum alam.
d.Manusia selain dipengaruhi oleh alam juga berperan terhadap alam sesuai dengan perkembangan budayanya
3. Jawaban pada buku catatan anak (dibacakan)




Lembar Obsevasi






Self assessment








Lembar identifikasi





Skala Likert
Presentasikan hasil untuk bahan diskusi kelompokmu yang berupa tanggapan tentang tentang presentasi yang ditayangkan
Setelah mengikuti pelajaran ini, seberapa baik kalian dalam beberapa hal berikut ini. Silanglah 1 untuk BELUM BAIK, 2 untuk CUKUP BAIK, 3 untuk BAIK, 4 untuk SANGAT BAIK sesuai dengan diri kalian.
1. Bekerja sama dengan teman sekelas 1 2 3 4
2. Rasa percaya diri dalam mengemukakan pendapat 1 2 3 4
3. Bekerja dengan cermat/teliti 1 2 3 4
4. Menghargai pendapat teman sekelas 1 2 3 4
5. Mencari bahan tugas sendiri 1 2 3 4
6. Membuat tugas sendiri 1 2 3 4
7. Menghargai karya orang lain 1 2 3 4




1. REMEDI
• Prosedur penilaian = test tertulis dan lisan.
• Butir soal.
1. Terjemahkan pengertian geografi dalam bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia !
2. Jelaskan perkembangan geografi!
a. Generalist Geography
b. Specialist Geography
c. Fisis Determinism
d. Possibilis
3. Tuliskan definisi geografi menurut masing-masing individu/kelompok!
(Kunci Jawaban pada lampiran)


PROGRAM PERBAIKAN DAN PENGAYAAN

Mata Pelajaran : ………………………………..
Program perbaikan ( U H ) ke : ………………………………..
Kelas : ………………………………..
Program : ………………………………..


NO NAMA SISWA INDIKATOR / MATERI HASIL KETERANGAN





































2, 4, 6, 8 1. S




Mengetahui
Kepala SMA N 5 Purworejo



Nikmah Nurbaity.SPd.MPd
NIP. 196801151993032005 Purworejo, 17 Juli 2011
Guru mata pelajaran



Drs. TUNUNG SUBROTO
NIP. 195907230319911001
















RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Materi Pelajaran : Geografi
Kelas / Semester : X / Ganjil
Pertemuan : 2
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit

I.Standar Kompetensi : Memahami konsep, pendekatan, prinsip dan aspek geografi.
II.Kompetensi Dasar :Menjelaskan konsep geografi.
III. Indikator : 1.Menjelaskan metode / pendekatan geografi.(C1)
2.Mengaplikasikan metode / pendekatan geografi dalam mengkaji fenomena geosfer.(C2)
3. Memahami gejala alam fisik dan perkembangan bentuk muka bumi sebagai betuk keagungan Tuhan( C3)
1. Tujua IV. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan ekplorasi,elaborasi dan konfirmasi
1. Siswa dapat menguraikan 10 konsep geografi. (C3)
2. Siswa dapat menyebutkan metode/ pendekatan geografi.(C1)
3.Siswa dapat menjelaskan pendekatan geografi.(C2)
4. Siswa dapat memberikan contoh pendekatan geografi dalam mengkaji fenomena geosfer.(C2)
5.Siswa dapat memahami gejala alam fisik dan perkembangan bentuk muka bumi sebagai betuk keagungan Tuhan (C3)
6 Siswa dapat mendiskusikan tentang metode/pendekatan Geografi (C3)



V. Materi Ajar
 Metode pendekatan geografi
Pendekatan keruangan / spatial approach
Pendekatan kewilayahan
Pendekatan topik
Pendekatan aktifitas manusia
Pendekatan regional
Pendekatan ekologi / ecologi / ecological approach

V I. Metode Pengajaran dan Metode Pengajaran
Metode Pengajaran
1. Ceramah bervariasi
2. Diskusi Singkat
Metode : Contextual Teaching and Learning (CTL)
Strategi : Cooperative Learning teknik Think Pair and Share (berfikir berpasang-pasangan dan curah pendapat)
Metode Pengajaran : Power Point. Internet
VII. Langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Pendahuluan
Motivasi dan Appersepsi dan berdoa
2. Kegiatan Pokok
a. Kegiatan Individu
Siswa mengemukan definisi geografi dari bahan referensi dari geografi bilingual 1 secara mandiri.
 Siswa dapat menjelaskan :konsep,prinsip,pendekatan dan aspek geografi
- Informasi mengenai PERKEMBANGAN GEOGRAFI.
- Tanya jawab tentang : konsep,prinsip,pendekatan dan aspek geografi


b. Kegiatan kelompok (di Lab. Bahasa / multy media ):
 Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara berderet dengan cara mengoperasikan komputer (all listen).
- Guru memberikan wacana sesuai dengan topik pembelajaran
- Guru menyampaikan kata-kata sulit untuk membantu siswa
 Siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap apa yang ditampilkan dan ditulis pada lembar kertas
 Mempresentasikan/membacakan hasil kelompok
 Guru membuat kesimpulan

Kegiatan Explorasi :
Peserta didik melihat tayangan media elektronik yang menayangkan tentang hasil :dari blog geografi :hht://geographyyes.blogspot.com,-
Peserta didik mendiskripsikan karya yang ditayangkan meliputi pembuatan dengan power point
Kegiatan Elaborasi
Peserta didik membagi empat kelompok,
Setiap kelompok mengumpulkan hasil diskripsi dari anggota dan membuat kesimpulan
Setiap kelompok membuat laporan hasil diskusi .
Setiap kelompok mempresentasikan didepan kelas, kelompok lain memberi tanggapan.

Kegiatan Konfirmasi
Guru memberikan komentar sebagai umpan balik berkaitan dengan hasil presentasi dan tanggapan kelompok lain.
Guru memberi kesimpulan dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan
Mendiskusikan hasil kelompok.
VIII. Penutup
Guru bersama siswa menyimpulkan pelajaran.
Tugas Mandiri tidak terstruktur : Siwa diberi informasi untuk mencari dari berbagai sumber tentang pengertian,cirri-ciri dan berbagai macam tentang konsep prinsip aspek dan pendekatan geografi ( Afirmatif)
Penilaian.
Refleksi : Peserta didik mengungkapkan kesan terhadap pentingnya keberadaan pendekatan geografi
Guru menginformasikan kepada peserta didik pekerjaan di rumah:mengumpulkan mengerjakan tugas dari lks,download dsb.
Berdoa.
Keluar kelas dengan tertib pada waktunya
IV.Sumber Belajar
1.Yusman Hestiyanto, Geografi 1, Yudhistira.
2.K. Wardiyatmoko, Geografi SMA, Erlangga.
3. Dr. H.A. Sudibyakto M.S, Geografi X, Cempaka Putih.
V. Penilaian
Prosedur penilaian = test lisan.
Butir soal.
1. Sebutkan 3 pendekatan geografi !
2. Jelaskan 3 pendekatan geografi !


Mengetahui
Kepala SMA N 5 Purworejo


Nikmah Nurbaity.SPd.MPd
NIP. 196801151993032005 Purworejo, 17 Juli 2011
Guru mata pelajaran


Drs. TUNUNG SUBROTO
NIP. 195907230319911001



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Materi Pelajaran : Geografi
Kelas / Semester : X / Ganjil
Pertemuan : 3
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit

I. Standar Kompetensi
Memahami konsep, pendekatan, prinsip dan aspek geografi.
II. Kompetensi Dasar
Menjelaskan prinsip geografi.
III. Indikator = Mengidentifikasi prinsip-prinsip geografi.(C2)
= Menjelaskan perbedaan prinsip-prinsip geografi.(C1)
= Menerapkan prinsip geografi dalam kajian geosfer.(C3)
= Memahami gejala alam fisik dan perkembangan bentuk muka bumi sebagai betuk keagungan Tuhan(C3)
IV. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan ekplorasi,elaborasi dan konfirmasi
1. Siswa dapat menyebutkan prinsip-prinsip geografi.(C1)
2. Siswa dapat menjelaskan perbedaan prinsip-prinsip geografi.(C1)
3. Siswa dapat memberikan contoh prinsip geografi dalam kajian geosfer.(C2)
4. Siswa dapat memahami gejala alam fisik dan perkembangan bentuk muka bumi sebagai betuk keagungan Tuhan(C3)
5. Siswa dapat mendiskusikan tentang metode/pendekatan Geografi(C3)
V. Materi Ajar
Prinsip-prinsip geografi
PRINCIPLES OF GEOGRAPHY (PRINSIP GEOGRAFI)
- Penyebaran (Spreading Principle)
- Prinsip Interrelasi (Interrelationship Principle)
- Prinsip Deskripsi (Descriptive Prinsiple)
Prinsip Korologi (Chorological Principle)
- Prinsip penyebaran
- Prinsip interelasi
- Prinsip deskripsi
- Prinsip korologi
VI. Metode Pengajaran
1. Ceramah bervariasi \
2. Tanya jawab dan diskusi singkat
Metode : Contextual Teaching and Learning (CTL)
Strategi : COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) KOOPERATIF TERPADU MEMBACA DAN MENULIS dengan membangun konsep/pengetahuan dari yang “DILIHAT”
Media: Power Point. internet
VII. Langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Pendahuluan
Motivasi dan Appersepsi
2. Kegiatan Pokok
a. Kegiatan Individu
- Siswa mengemukan definisi geografi dari bahan referensi dari geografi bilingual 1 secara mandiri.
- Siswa dapat menjelaskan “Prinsip geografi “
- Informasi mengenai PERKEMBANGAN GEOGRAFI.
- Tanya jawab tentang . “Prinsip geografi"
b. Kegiatan kelompok (di Lab. Bahasa / multy media ):
- Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara berderet dengan cara mengoperasikan komputer (all listen).
- Guru memberikan wacana sesuai dengan topik pembelajaran
- Guru menyampaikan kata-kata sulit untuk membantu siswa
- Siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap apa yang ditampilkan dan ditulis pada lembar kertas
- Mempresentasikan/membacakan hasil kelompok
- Guru membuat kesimpulan
Kegiatan inti
Kegiatan Explorasi :
Peserta didik melihat tayangan media elektronik yang menayangkan tentang hasil :dari blog geografi :hht://geographyyes.blogspot.com,- Peserta didik mendiskripsikan karya yang ditayangkan meliputi pembuatan dengan power point
Kegiatan Elaborasi
1) Peserta didik membagi empat kelompok
2) Setiap kelompok mengumpulkan hasil diskripsi dari anggota dan membuat kesimpulan
3) Setiap kelompok membuat laporan hasil diskusi
4) Setiap kelompok mempresentasikan didepan kelas, kelompok lain memberi tanggapan.
Kegiatan Konfirmasi
1) Guru memberikan komentar sebagai umpan balik berkaitan dengan hasil presentasi dan tanggapan kelompok lain.
2) Guru memberi kesimpulan dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan
3) Mendiskusikan hasil kelompok.
Penutup
Guru bersama siswa menyimpulkan pelajaran.
1. Refleksi :
a. Peserta didik mengungkapkan kesan terhadap pentingnya keberadaan prinsip geografi disekelilingnya terutama dalam kehidupan sehar-hari.
b. Guru menginformasikan kepada peserta didik pekerjaan di rumah:mengumpulkan mengerjakan tugas dari lks,download dsb.
2. Berdoa.
Keluar kelas dengan tertib pada waktunya
VIII. Penilaian.
a. Informasi tentang prinsip-prinsip geografi.
b. Tanya jawab mengenai perbedaan prinsip-prinsip geografi.
c. Mendiskusikan penerapan prinsip geografi dalam kajian geosfer.
Kegiatan Akhir
- Membuat rangkuman
- Peberian tugas
Sumber Belajar :
1. Yusman Hestiyanto, Geografi 1, Yudhistira.
2.K. Wardiyatmoko, Geografi SMA, Erlangga.
3.Dr. H.A. Sudibyakto M.S, Geografi X, Cempaka Putih.
i.
Prosedur penilaian = test tertulis dan lisan.
Butir soal.
1. Jelaskan apa yang dimaksud prinsip geografi
2. Sebut dan jelaskan prinsip-prinsip geografi !
3. Berikan contoh prinsip geografi dalam kajian geografi / geosfer !
4. Coba diskusikan contoh prinsip geografi ini (hal 44 Modul geo 1)




Kunci Jawaban
1. Geographycal principle is the foundation to analyze and disclose geographycal phenomena on earths surface. Theoretically, geographical principles are as follows
Prinsip geografi merupakan dasar mengkaji dan mengungkapkan gejala geografi di permukaan bumi. Secara teoritis, prinsip – prinsip geografi adalah sebagai berikut
2.
a. Prinsip Penyebaran (Spreading Principle)
Speading principle can be use to descriibe geographycal phenomena and facts in the map, also to express relationship between one geographical phenomenon and another. That is because the speading of geographical phenomena and facts is not uniform from one region to another region.
Prinsip penyebaran dapat digunakan untuk menggambarkan gejala dan fakta geografi dalam peta serta mengungkapkan hubungan antara gejala geografi yang satu dengan yang lain. Hal tersebut disebabkan penyebaran gejala dan fakta geografi tidak merata wilayah yang satu dengan wilayah yang lain.

b. Prinsip Interrelasi ( Interrelationship Principle )
Interrelationship principle is used to analyae the relationship between physical and non physical phenomena. That principle can expess geographical phenomena or facts in a certain region
Prinsip interrelasi digunakan untuk menganalisis hubungan antara gejala fisik dan non – fisik. Prinsip tersebut dapat mengungkapkan gejala atau fakta geografi di suatu wilayah tertentu
c. Prinsip Deskripsi (Descriptive Principle
Descriptive principle in geography is use to give further illustration about geographical phenomena and problem analyzed. This principle does not only show description in the form of a map, but also in the form of a diagram,graph or table.
Prinsip deskripsi dalam geografi digunakan untuk memberikan gambaran lebih jauh tentang gejala dan masalah geografi yang dianalisis. Prinsip ini tidak hanya menampilkan deskripsi dalam bentuk peta, tetapi juga dalam bentuk diagram, grafik maupun tabel.
d. Prinsip Korologi (Chorological Principle
By chorological principle we can analize geographical phenomena,facts,and problems seen from their speading,interrelationship and interaction in space.
Dengan prinsip korologi dapat dianalisis gejala, fakta, dan masalah geografi ditinjau dari penyebaran, interrelasi dan interaksinya dalam ruan
3.
a. Contoh Prinsip Persebaran :
Persebaran penduduk padat di Indonesia dapat ditemukan di Pulau Jawa, Bali, Lombok dan kota – kota besar di Indonesia.
Persebaran gunung berapi di Indonesia berbentuk rangkaian, dimulai dari pulau Sumatra, Jawa, Sulawesi, terus ke arah timur.
Persebaran daerah penghasil tanaman pangan dapat ditemukan di Brastagi, Sumatra Utara, Cisarua Jawa Barat, dan Brebes, Jawa Tengah
b. Contoh Prinsip Interelasi
Mata pencaharian penduduk di daerah pantai ialah nelayan. Wilayah di sekitar gunung berapi biasanya merupakan lahan pertanian yang subur. Setiap musim penghujan beberapa tahun belakang ini, di Jakarta selalu terjadi banjir.
c. Contoh Prinsip deskripsi
Krakatau
Krakatau adalah gugusan pulau gunung berapi di Selat Sunda. Di duga berasal dari sebuah gunung api besar berbentuk seperti kerucut yang kemudian tenggelam sehingga hanya tinggal tiga gumpalan tanah yang merupakan Pulau Sertung, Pulau Panjang dan Pulau Rakata. Di salah satu gumpalan tana tersebut timbul sebuah gunung berapi kecil berbentuk kerucut, yaitu Gunung Rakata. Kemudian timbul dua gunung berapi lagi, yaitu gunung Perbuatan dan Gunung Danan, yang menjadi satu dengan Gunung Rakata dan dinamakan Krakatau. Letusan – letusan dahsyat pada tanggal 26 – 28Agustus 1883 Telah menelan korban 36.000 Jiwa. Gunung perbuatan, gunung Danan, dan setengah dari gunung Rakata hilang lenyap. Pada letusan 1927 terjadi pulau gunung berapi baru di tengah – tengah pulau – pulau lain, yaitu Anak Krakatu. Pada pertengah juli 2004, Anak Krakatau mulai menampakkan gejolaknya
d. Contoh Penerapan Prinsip Korologi :
Di kawasan Asia tenggara, negara penghasil padi yang cukup besar adalah Thailand dan Vietnam Mengapa ? Karena Thailand dan Vietnam adalah negara tropis yang curah hujannya mencukupi dan air permukaannya melimpah sehingga cukup untuk mendukung irigasi lahan sawah yang luas. Sebagian besarwilayahnya berupa dataran rendah yang sangat cocok untuk pertanian padi sawah. Oleh karena itu kedua negara itu disebut sebagai negara lumbung padi
4. Hasil diskusi anak dirangkum untuk melengkapi ulangan.





Mengetahui
Kepala SMA N 5 Purworejo



Nikmah Nurbaity.SPd.MPd
NIP. 196801151993032005 Purworejo, 17 Juli 2011
Guru mata pelajaran



Drs. TUNUNG SUBROTO
NIP. 195907230319911001








Non Tes :
Tes Sikap / Performance : Diskusi kelompok

LEMBAR PENGAMATAN DISKUSI
Mata Pelajaran : Geografi
Kompetensi dasar : 1.1 Menganalisis fenomena biosfer dan antroposper
Hari / Tanggal :

No Nama Skor Jumlah Keterangan
1 2 3 4 5


Keterangan :
1.Keaktifan berdiskusi
2.Percaya diri
3.Menghargai pendapat orang lain
4.Sopan dalam bertutur kata
5.Pemecahan masalah

Rentang Nilai :
5 / sangat baik (A) = 85 – 100
4 / baik (B) = 70 – 84
3 / cukup (C) = 55 – 69
2 / kurang (D) = 40 – 54
1 / sangat kurang (E) = 0 – 39
Nilai Akhir = Skor perolehan : Skor maksimum X 100
Pembuatan modul
TUGAS TIDAK TERSTRUKTUR
Mata Pelajaran : Geogarfi
Kelas / Semester : XI / Gasal
Standar Kompetensi :
1. Menganalisis fenomena biosfer dan antroposper Kompetensi dasar :
1.1 Menjelaskan pengertian fenomena biosfer
SOAL:
Carilah informasi dari berbagai literatur tentang pengertian biosfer, ciri-ciri hewan dan tumbuhan di Indonesia, identifikasi tempat dan faktor penyebab persebaran hewan dan tumbuhan di dunia, kemudian buatlah ringkasan materi dalam bentuk kliping!



PEDOMAN PENSKORAN
No Aspek yang dinilai Skor
1

2

3

4 Kebenaran Informasi
Tepat=2 Tidak=1
Kesesuaian informasi dengan materi
Sesuai=3 Cukup=2 Kurang=1
Sistematika penyusunan modul
Terdiri dari pengantar, isi dan kesimpulan
Bahasa
Sangat komunikatif=3 Cukup komunikatif=2 Kurang komunikatif=1 0-2

0-3

0-3

0-3
Skor Maksimum 0-11

Keterangan :
Nilai Akhir = Skor perolehan : Skor maksimum X 100

IX. Life Skill :
1. Kecakapan menggali informasi
2. Kecakapan mengambil keputusan
3. Kecakapan bekerja sama
4. Kecakapan berkomunikasi secara tertulis dan lisan
























RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Materi Pelajaran : Geografi
Kelas / Semester : X / Ganjil
Pertemuan : 4
Alokasi Waktu : 1 x 45 menit

I.Standar Kompetensi :Memahami konsep, pendekatan, prinsip dan aspek geografi.
II.Kompetensi Dasar :Mendiskripsikan aspek geografi
III.Indikator :1.Mendiskripsikan aspek-aspek geografi.(C2)
2.Menjelaskan perbedaan aspek fisik dan aspek sosial geografi.(C1)
3.Memberikan contoh aspek-aspek geografi dalam kehidupan sehari-hari (C1)
4.Memahami gejala alam fisik dan perkembangan bentuk muka bumi sebagai betuk keagungan Tuhan(C3
IV.Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan ekplorasi,elaborasi dan konfirmasi
1. Siswa dapat menyebutkan aspek-aspek geografi.(C1)
2. Siswa dapat menjelaskan perbedaan aspek fisik dan aspek sosial.(C1)
3. Siswa dapat memberikan contoh aspek-aspek geografi dalam kehidupan sehari-hari.(C1)
4. Siswa dapat memahami gejala alam fisik dan perkembangan bentuk muka bumi sebagai betuk keagungan Tuhan(C3)
5. Siswa dapat mendiskusikan tentang metode/pendekatan Geografi(C2)




V. Materi Ajar = Aspek geografi
ASPECT OF GEOGRAPHY (ASPEK GEOGRAFI)
In broad outline,geography can be divided into two parts, physical geography and human geography
- Aspek fisik (alamiah) gejala-gejala alam yang timbul.
- Aspek sosial / kehidupan dengan segala interaksi penyebaran maupun relasinya.
VI.Metode Pengajaran
1. Ceramah bervariasi
2. Tanya jawab
Metode : Contextual Teaching and Learning (CTL)
Strategi : COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) KOOPERATIF TERPADU MEMBACA DAN MENULIS dengan membangun konsep/pengetahuan dari yang “DILIHAT”
Media: Power Point. internet
VII.Langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Pendahuluan
Motivasi dan Appersepsi
2. Kegiatan Pokok
a. Kegiatan Individu
Siswa mengemukan definisi geografi dari bahan referensi dari geografi bilingual 1 secara mandiri.
- Siswa dapat menjelaskan “Aspek fisik dan Non fisik”
- Informasi mengenai PERKEMBANGAN GEOGRAFI.
- Tanya jawab tentang . “ Aspek geografi “
b. Kegiatan kelompok (di Lab. Bahasa / multy media ):
- Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara berderet dengan cara mengoperasikan komputer (all listen).
- Guru memberikan wacana sesuai dengan topik pembelajaran
- Guru menyampaikan kata-kata sulit untuk membantu siswa
- Siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap apa yang ditampilkan dan ditulis pada lembar kertas
- Mempresentasikan/membacakan hasil kelompok
- Guru membuat kesimpulan

Kegiatan inti
Kegiatan Explorasi :
• Peserta didik melihat tayangan media elektronik yang menayangkan tentang hasil :dari blog geografi :hht://geographyyes.blogspot.com,- Peserta didik mendiskripsikan karya yang ditayangkan meliputi pembuatan dengan power point
Kegiatan Elaborasi
• Peserta didik membagi empat kelompok,
• Setiap kelompok mengumpulkan hasil diskripsi dari anggota dan membuat kesimpulan
• Setiap kelompok membuat laporan hasil diskusi .
• Setiap kelompok mempresentasikan didepan kelas, kelompok lain memberi tanggapan.
Kegiatan Konfirmasi
• Guru memberikan komentar sebagai umpan balik berkaitan dengan hasil presentasi dan tanggapan kelompok lain.
• Guru memberi kesimpulan dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan
• Mendiskusikan hasil kelompok.
Penutup
• Guru bersama siswa menyimpulkan pelajaran.
• Penilaian.
• Refleksi : Peserta didik mengungkapkan kesan terhadap pentingnya keberadaan seni disekelilingnya terutama karya seni rupa terapan.
• Guru menginformasikan kepada peserta didik pekerjaan di rumah:mengumpulkan mengerjakan tugas dari lks,download dsb.
• Berdoa.
• Keluar kelas dengan tertib pada waktunya

3. Kegiatan Akhir
- Membuat rangkuman
Presentasi hasil diskusi.
IV.Sumber Belajar
Yusman Hestiyanto, Geografi 1, Yudhistira.
K. Wardiyatmoko, Geografi SMA, Erlangga.
Dr. H.A. Sudibyakto M.S, Geografi X, Cempaka Putih.
GATOT HARMANTO Geografi Bilingual. YRAMA WIDYA. 2008
Sumadi Sutrijat Geografi 1 (buku paket). 1999
Penilaian
Prosedur penilaian = test lisan.
a. Butir soa 1. Jelaskan apa saja ruang lingkup geografi !
2.Sebut dan jelaskan aspek-aspek geografi !
3.Berikan contoh penggunaan aspek geografi dalam kehidupan !

Mengetahui
Kepala SMA N 5 Purworejo



Nikmah Nurbaity,SPd.MPd
NIP. 196801151993032005 Purworejo, 17 Juli 2011
Guru mata pelajaran



Dra. TUNUNG SUBROTO
NIP. 195907231991031001

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Materi Pelajaran : Geografi
Kelas / Semester : X / Ganjil
Pertemuan : 5
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit

I. Standar Kompetensi
Memahami sejarah pembentukan bumi.
II. Kompetensi Dasar
Mendiskripsikan tata surya dan jagad raya.
III. Indikator
1. Membuat laporan pengamatan benda-benda langit menganalisis teori terjadinya tata surya dan jagad raya.(C2)
2. Menjelaskan perbedaan anggapan-anggapan tentang jagad raya dan alam semesta.(C)
3. Memahami gejala alam fisik dan perkembangan bentuk muka bumi sebagai betuk keagungan Tuhan(C3)
IV. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan ekplorasi,elaborasi dan konfirmasi
1. Siswa dapat menjelaskan teori terjadinya tata surya dan jagad raya. (C1)
2. Siswa dapat membedakan anggapan tentang jagad raya dan alam semesta.(C2)
3. Siswa dapat menyebutkan benda-benda langit.(C1)
4. Siswa dapat memahami gejala alam fisik dan perkembangan bentuk muka bumi sebagai betuk keagungan Tuhan(C3)
V. Materi Ajar
Tata surya dan jagad raya.
VI. Metode Pengajaran
1. Ceramah bervariasi
2. Tanya jawab
Metode : Contextual Teaching and Learning (CTL)
Strategi : COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) KOOPERATIF TERPADU MEMBACA DAN MENULIS dengan membangun konsep/pengetahuan dari yang “DILIHAT”
Media: Power Point. internet
VII. Langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Pendahuluan
Motivasi dan Appersepsi
2. Kegiatan Pokok
a. Kegiatan Individu
- Siswa mengemukan definisi geografi dari bahan referensi dari geografi bilingual 1 secara mandiri.
- Siswa dapat menjelaskan “Tata Surya dan Jagat raya”
- Informasi mengenai PERKEMBANGAN GEOGRAFI.
- Tanya jawab tentang . “Tata Surya dan Jagat Raya”
b. Kegiatan kelompok (di Lab. Bahasa / multy media ):
- Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara berderet dengan cara mengoperasikan komputer (all listen).
- Guru memberikan wacana sesuai dengan topik pembelajaran
- Guru menyampaikan kata-kata sulit untuk membantu siswa
- Siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap apa yang ditampilkan dan ditulis pada lembar kertas
- Mempresentasikan/membacakan hasil kelompok
- Guru membuat kesimpulan






Kegiatan inti
Kegiatan Explorasi :
1) Peserta didik melihat tayangan media elektronik yang menayangkan tentang hasil :dari blog geografi :hht://geographyyes.blogspot.com,
2) Peserta didik mendiskripsikan karya yang ditayangkan meliputi pembuatan dengan power point
Kegiatan Elaborasi
1) Peserta didik membagi empat kelompok,
2) Setiap kelompok mengumpulkan hasil diskripsi dari anggota dan membuat kesimpulan
3) Setiap kelompok membuat laporan hasil diskusi .
4) Setiap kelompok mempresentasikan didepan kelas, kelompok lain memberi tanggapan.
Kegiatan Konfirmasi
1) Guru memberikan komentar sebagai umpan balik berkaitan dengan hasil presentasi dan tanggapan kelompok lain.
2) Guru memberi kesimpulan dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan
3) Mendiskusikan hasil kelompok.
Kegiatan Akhir
Penutup
1) Guru bersama siswa menyimpulkan pelajaran.
Refleksi
- Membuat rangkuman
Penugasan
Mengamati benda-benda langit dan melakukan pengamatan
Berdoa.
Keluar kelas dengan tertib pada waktunya
Sumber Belajar
1. Yusman Hestiyanto, Geografi 1, Yudhistira.
2.K. Wardiyatmoko, Geografi SMA, Erlangga.
3.Dr. H.A. Sudibyakto M.S, Geografi X, Cempaka Putih.
4.GATOT HARMANTO Geografi Bilingual. YRAMA WIDYA. 2008
Sumadi Sutrijat Geografi 1 (buku paket). 1999
VIII. Penilaian
Prosedur penilaian = test tertulis
Butir soal.
1. Sebut dan jelaskan 4 teori tata surya !
2. Apa perbedaan antara jagad raya dan alam semesta !
3. Sebutkan 7 benda langit !




Mengetahui
Kepala SMA N 5 Purworejo



Nikmah Nurbaity,SPd.MPd
NIP. 196801151993032005 Purworejo, 17 Juli 2011
Guru mata pelajaran



Dra. TUNUNG SUBROTO
NIP. 195907231991031001



Non Tes :
Tes Sikap / Performance : Diskusi kelompok

LEMBAR PENGAMATAN DISKUSI
Mata Pelajaran : Geografi
Kompetensi dasar : 1.1 Menganalisis fenomena biosfer dan antroposper
Hari / Tanggal :

No Nama Skor Jumlah Keterangan
1 2 3 4 5


Keterangan :
1.Keaktifan berdiskusi
2.Percaya diri
3.Menghargai pendapat orang lain
4.Sopan dalam bertutur kata
5.Pemecahan masalah

Rentang Nilai :
5 / sangat baik (A) = 85 – 100
4 / baik (B) = 70 – 84
3 / cukup (C) = 55 – 69
2 / kurang (D) = 40 – 54
1 / sangat kurang (E) = 0 – 39
Nilai Akhir = Skor perolehan : Skor maksimum X 100
Pembuatan modul
TUGAS TIDAK TERSTRUKTUR
Mata Pelajaran : Geogarfi
Kelas / Semester : XI / Gasal
Standar Kompetensi :
1. Menganalisis fenomena biosfer dan antroposper Kompetensi dasar :
1.1 Menjelaskan pengertian fenomena biosfer
SOAL:
Carilah informasi dari berbagai literatur tentang pengertian biosfer, ciri-ciri hewan dan tumbuhan di Indonesia, identifikasi tempat dan faktor penyebab persebaran hewan dan tumbuhan di dunia, kemudian buatlah ringkasan materi dalam bentuk kliping!
PEDOMAN PENSKORAN
No Aspek yang dinilai Skor
1

2

3

4 Kebenaran Informasi
Tepat=2 Tidak=1
Kesesuaian informasi dengan materi
Sesuai=3 Cukup=2 Kurang=1
Sistematika penyusunan modul
Terdiri dari pengantar, isi dan kesimpulan
Bahasa
Sangat komunikatif=3 Cukup komunikatif=2 Kurang komunikatif=1 0-2

0-3

0-3

0-3
Skor Maksimum 0-11

Keterangan :
Nilai Akhir = Skor perolehan : Skor maksimum X 100

IX. Life Skill :
1. Kecakapan menggali informasi
2. Kecakapan mengambil keputusan
3. Kecakapan bekerja sama
4. Kecakapan berkomunikasi secara tertulis dan lisan














RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Materi Pelajaran : Geografi
Kelas / Semester : X / Ganjil
Pertemuan : 6
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
I. Standar Kompetensi
Memahami sejarah pembentukan bumi.
Kompetensi Dasar
Menjelaskan sejarah pembentukan bumi.
III.Indikator = Mendiskripsikan terjadinya bumi.(C2)
= Mengidentifikasi karakteristik perlapisan bumi.(C2)
= Menganalisis teori lempeng dan kaitannya dengan gunung api dan gempa bumi.(C5)
Memahami gejala alam fisik dan perkembangan bentuk muka bumi sebagai betuk keagungan Tuhan(C3
IV.. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan ekplorasi,elaborasi dan konfirmasi
1. Siswa dapat menjelaskan teori terrjadinya bumi. (C1)
2. Siswa dapat menjelaskan teori perkembangan bentuk permukaan bumi.(C1)
3. Siswa dapat menyebutkan karakteristik pelapisan bumi.(C1)
4 Siswa dapat menyebutkan akibat teori lempeng.(C1)
5.Siswa dapat memahami gejala alam fisik dan perkembangan bentuk muka bumi sebagai betuk keagungan Tuhan(C3)
V.Materi Ajar = Proses terjadinya bumi
= Karakteristik pelapisan bumi.
= Teori lempeng tektonik
VI.Metode Pengajaran
1. Ceramah bervariasi
2. Diskusi Singkat
Metode : Contextual Teaching and Learning (CTL)
Strategi : COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) KOOPERATIF TERPADU MEMBACA DAN MENULIS dengan membangun konsep/pengetahuan dari yang “DILIHAT”
Media: Power Point. internet
VII.Langkah Pembelajaran
Pertemuan 1.
a. Pendahuluan
Motivasi dan Appersepsi
b. Kegiatan Pokok /Inti
- Informasi tentang teori terjadinya bumi.
- Informasi tentang teori perkembangan bentuk muka bumi.
a. Kegiatan Individu
- Siswa mengemukan definisi geografi dari bahan referensi dari geografi bilingual 1 secara mandiri.
- Siswa dapat menjelaskan “Tentang pembentukan bumi”
- Informasi mengenai PERKEMBANGAN GEOGRAFI.
- Tanya jawab tentang . “Pembentukan bumi”
b. Kegiatan kelompok (di Lab. Bahasa / multy media ):
- Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara berderet dengan cara mengoperasikan komputer (all listen).
- Guru memberikan wacana sesuai dengan topik pembelajaran
- Guru menyampaikan kata-kata sulit untuk membantu siswa
- Siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap apa yang ditampilkan dan ditulis pada lembar kertas
- Mempresentasikan/membacakan hasil kelompok
- Guru membuat kesimpulan
Kegiatan Explorasi :
• Peserta didik melihat tayangan media elektronik yang menayangkan tentang hasil :dari blog geografi :hht://geographyyes.blogspot.com,- Peserta didik mendiskripsikan karya yang ditayangkan meliputi pembuatan dengan power point
Kegiatan Elaborasi
• Peserta didik membagi empat kelompok,
• Setiap kelompok mengumpulkan hasil diskripsi dari anggota dan membuat kesimpulan
• Setiap kelompok membuat laporan hasil diskusi .
• Setiap kelompok mempresentasikan didepan kelas, kelompok lain memberi tanggapan.
Kegiatan Konfirmasi
• Guru memberikan komentar sebagai umpan balik berkaitan dengan hasil presentasi dan tanggapan kelompok lain.
• Guru memberi kesimpulan dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan
• Mendiskusikan hasil kelompok.
Penutup
• Guru bersama siswa menyimpulkan pelajaran.
• Penilaian.
• Refleksi : Peserta didik mengungkapkan kesan terhadap pentingnya keberadaan seni disekelilingnya terutama karya seni rupa terapan.
• Guru menginformasikan kepada peserta didik pekerjaan di rumah:mengumpulkan mengerjakan tugas dari lks,download dsb.
• Berdoa.
• Keluar kelas dengan tertib pada waktunya
3. Kegiatan Akhir
- Membuat rangkuman
- Presentasi hasil diskusi.
c. Kegiatan Akhir
- Membuat rangkuman
- Peberian tugas
Pertemuan 2.
a. Pendahuluan
Motivasi dan Appersepsi
b. Kegiatan Pokok
- Siswa mencari dan menemukan karakteristik pelapisan bumi dan bahan referensi secara mandiri.
- Informasi tentang teori lempeng
- Diskusi singkat akibat teori lempeng.
VIII.Sumber Belajar
1. Yusman Hestiyanto, Geografi 1, Yudhistira.
2.K. Wardiyatmoko, Geografi SMA, Erlangga.
3..Dr. H.A. Sudibyakto M.S, Geografi X, Cempaka Putih.
4.GATOT HARMANTO Geografi Bilingual. YRAMA WIDYA. 2008
IX.. Penilaian
a. Prosedur penilaian = test tertulis dan lisan.
b. Butir soal.
Jelaskan terjadinya bumi !
1.Sebutkan teori tentang perkembangan bentuk bumi !
2.Sebutkan lapisan yang terdapat dibumi !
3.Jelaskan tentang teori lempeng !
4.Apa akibat teori lempeng tersebut !

Mengetahui
Kepala SMA N 5 Purworejo



Nikmah Nurbaity,SPd.MPd
NIP. 196801151993032005 Purworejo, 17 Juli 2011
Guru mata pelajaran



Dra. TUNUNG SUBROTO
NIP. 195907231991031001

Minggu, 10 Juli 2011

TEKTONIK LEMPENG (PLATE TECTONIC )

TEKTONIK LEMPENG (PLATE TECTONIC )

Accrding plate tectonic theory movement of earths crust there are 3 kinds those are movement closing each other, movement come away each other and movement meeting each other.
Menurut teori tektonik lempeng pergerakan lempeng kerak bumi ada 3 macam yaitu pergerakan yang saling mendekati, saling menjauhi dan saling berpapasan.
Tugas/ task : Buat 3 kesimpulan pergerakan tersebut menurut pendapatmu ?
Teori Tektonik Lempeng (bahasa Inggris: Plate Tectonics) adalah teori dalam bidang geologi yang dikembangkan untuk memberi penjelasan terhadap adanya bukti-bukti pergerakan skala besar yang dilakukan oleh litosfer bumi. Teori ini telah mencakup dan juga menggantikan Teori Pergeseran Benua yang lebih dahulu dikemukakan pada paruh pertama abad ke-20 dan konsep seafloor spreading yang dikembangkan pada tahun 1960-an.


Lempeng-lempeng tektonik di bumi barulah dipetakan pada paruh kedua abad ke-20.
Bagian terluar dari interior bumi terbentuk dari dua lapisan. Di bagian atas terdapat litosfer yang terdiri atas kerak dan bagian teratas mantel bumi yang kaku dan padat. Di bawah lapisan litosfer terdapat astenosfer yang berbentuk padat tetapi bisa mengalir seperti cairan dengan sangat lambat dan dalam skala waktu geologis yang sangat lama karena viskositas dan kekuatan geser (shear strength) yang rendah. Lebih dalam lagi, bagian mantel di bawah astenosfer sifatnya menjadi lebih kaku lagi. Penyebabnya bukanlah suhu yang lebih dingin, melainkan tekanan yang tinggi.
Lapisan litosfer dibagi menjadi lempeng-lempeng tektonik (tectonic plates). Di bumi, terdapat tujuh lempeng utama dan banyak lempeng-lempeng yang lebih kecil. Lempeng-lempeng litosfer ini menumpang di atas astenosfer. Mereka bergerak relatif satu dengan yang lainnya di batas-batas lempeng, baik divergen (menjauh), konvergen (bertumbukan), ataupun transform (menyamping). Gempa bumi, aktivitas vulkanik, pembentukan gunung, dan pembentukan palung samudera semuanya umumnya terjadi di daerah sepanjang batas lempeng. Pergerakan lateral lempeng lazimnya berkecepatan 50-100 mm/a. [1]
1. Perkembangan Teori


Peta dengan detail yang menunjukkan lempeng-lempeng tektonik dan arah vektor gerakannya
Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, geolog berasumsi bahwa kenampakan-kenampakan utama bumi berkedudukan tetap. Kebanyakan kenampakan geologis seperti pegunungan bisa dijelaskan dengan pergerakan vertikal kerak seperti dijelaskan dalam teori geosinklin. Sejak tahun 1596, telah diamati bahwa pantai Samudera Atlantik yang berhadap-hadapan antara benua Afrika dan Eropa dengan Amerika Utara dan Amerika Selatan memiliki kemiripan bentuk dan nampaknya pernah menjadi satu. Ketepatan ini akan semakin jelas jika kita melihat tepi-tepi dari paparan benua di sana.[2] Sejak saat itu banyak teori telah dikemukakan untuk menjelaskan hal ini, tetapi semuanya menemui jalan buntu karena asumsi bahwa bumi adalah sepenuhnya padat menyulitkan penemuan penjelasan yang sesuai.[3]
Penemuan radium dan sifat-sifat pemanasnya pada tahun 1896 mendorong pengkajian ulang umur bumi,[4]karena sebelumnya perkiraan didapatkan dari laju pendinginannya dan dengan asumsi permukaan bumi beradiasi seperti benda hitam.[5] Dari perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa bahkan jika pada awalnya bumi adalah sebuah benda yang merah-pijar, suhu Bumi akan menurun menjadi seperti sekarang dalam beberapa puluh juta tahun. Dengan adanya sumber panas yang baru ditemukan ini maka para ilmuwan menganggap masuk akal bahwa Bumi sebenarnya jauh lebih tua dan intinya masih cukup panas untuk berada dalam keadaan cair.
Teori Tektonik Lempeng berasal dari Hipotesis Pergeseran Benua (continental drift) yang dikemukakan Alfred Wegener tahun 1912.[6] dan dikembangkan lagi dalam bukunya The Origin of Continents and Oceans terbitan tahun 1915. Ia mengemukakan bahwa benua-benua yang sekarang ada dulu adalah satu bentang muka yang bergerak menjauh sehingga melepaskan benua-benua tersebut dari inti bumi seperti 'bongkahan es' dari granit yang bermassa jenis rendah yang mengambang di atas lautan basal yang lebih padat.[7][8] Namun, tanpa adanya bukti terperinci dan perhitungan gaya-gaya yang dilibatkan, teori ini dipinggirkan. Mungkin saja bumi memiliki kerak yang padat dan inti yang cair, tetapi tampaknya tetap saja tidak mungkin bahwa bagian-bagian kerak tersebut dapat bergerak-gerak. Di kemudian hari, dibuktikanlah teori yang dikemukakan geolog Inggris Arthur Holmes tahun 1920 bahwa tautan bagian-bagian kerak ini kemungkinan ada di bawah laut. Terbukti juga teorinya bahwa arus konveksi di dalam mantel bumi adalah kekuatan penggeraknya.[9][10][3]
Bukti pertama bahwa lempeng-lempeng itu memang mengalami pergerakan didapatkan dari penemuan perbedaan arah medan magnet dalam batuan-batuan yang berbeda usianya. Penemuan ini dinyatakan pertama kali pada sebuah simposium di Tasmania tahun 1956. Mula-mula, penemuan ini dimasukkan ke dalam teori ekspansi bumi [11], namun selanjutnya justeru lebih mengarah ke pengembangan teori tektonik lempeng yang menjelaskan pemekaran (spreading) sebagai konsekuensi pergerakan vertikal (upwelling) batuan, tetapi menghindarkan keharusan adanya bumi yang ukurannya terus membesar atau berekspansi (expanding earth) dengan memasukkan zona subduksi/hunjaman (subduction zone), dan sesar translasi (translation fault). Pada waktu itulah teori tektonik lempeng berubah dari sebuah teori yang radikal menjadi teori yang umum dipakai dan kemudian diterima secara luas di kalangan ilmuwan. Penelitian lebih lanjut tentang hubungan antara seafloor spreading dan balikan medan magnet bumi (geomagnetic reversal) oleh geolog Harry Hammond Hess dan oseanograf Ron G. Mason[12][13][14][15]menunjukkan dengan tepat mekanisme yang menjelaskan pergerakan vertikal batuan yang baru
Seiring dengan diterimanya anomali magnetik bumi yang ditunjukkan dengan lajur-lajur sejajar yang simetris dengan magnetisasi yang sama di dasar laut pada kedua sisi mid-oceanic ridge, tektonik lempeng menjadi diterima secara luas. Kemajuan pesat dalam teknik pencitraan seismik mula-mula di dalam dan sekitar zona Wadati-Benioff dan beragam observasi geologis lainnya tak lama kemudian mengukuhkan tektonik lempeng sebagai teori yang memiliki kemampuan yang luar biasa dalam segi penjelasan dan prediksi.
Penelitian tentang dasar laut dalam, sebuah cabang geologi kelautan yang berkembang pesat pada tahun 1960-an memegang peranan penting dalam pengembangan teori ini. Sejalan dengan itu, teori tektonik lempeng juga dikembangkan pada akhir 1960-an dan telah diterima secara cukup universal di semua disiplin ilmu, sekaligus juga membaharui dunia ilmu bumi dengan memberi penjelasan bagi berbagai macam fenomena geologis dan juga implikasinya di dalam bidang lain seperti paleogeografi dan paleobiologi
2. Prinsip-prinsip Utama
Bagian luar interior bumi dibagi menjadi litosfer dan astenosfer berdasarkan perbedaan mekanis dan cara terjadinya perpindahan panas. Litosfer lebih dingin dan kaku, sedangkan astenosfer lebih panas dan secara mekanik lemah. Selain itu, litosfer kehilangan panasnya melalui proses konduksi, sedangkan astenosfer juga memindahkan panas melalui konveksi dan memiliki gradien suhu yang hampir adiabatik. Pembagian ini sangat berbeda dengan pembagian bumi secara kimia menjadi inti, mantel, dan kerak. Litosfer sendiri mencakup kerak dan juga sebagian dari mantel. Suatu bagian mantel bisa saja menjadi bagian dari litosfer atau astenosfer pada waktu yang berbeda, tergantung dari suhu, tekanan, dan kekuatan gesernya. Prinsip kunci tektonik lempeng adalah bahwa litosfer terpisah menjadi lempeng-lempeng tektonik yang berbeda-beda. Lempeng ini bergerak menumpang di atas astenosfer yang mempunyai viskoelastisitas sehingga bersifat seperti fluida. Pergerakan lempeng biasanya bisa mencapai 10-40 mm/a (secepat pertumbuhan kuku jari) seperti di Mid-Atlantic Ridge, ataupun mencapai 160 mm/a (secepat pertumbuhan rambut) seperti di Lempeng Nazca.[16][17] Lempeng-lempeng ini tebalnya sekitar 100 km dan terdiri atas mantel litosferik yang di atasnya dilapisi dengan hamparan salah satu dari dua jenis material kerak. Yang pertama adalah kerak samudera atau yang sering disebut dengan "sima", gabungan dari silikon dan magnesium. Jenis yang kedua yaitu kerak benua yang sering disebut "sial", gabungan dari silikon dan aluminium. Kedua jenis kerak ini berbeda dari segi ketebalan di mana kerak benua memiliki ketebalan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kerak samudera. Ketebalan kerak benua mencapai 30-50 km sedangkan kerak samudera hanya 5-10 km.
Dua lempeng akan bertemu di sepanjang batas lempeng (plate boundary), yaitu daerah di mana aktivitas geologis umumnya terjadi seperti gempa bumi dan pembentukan kenampakan topografis seperti gunung, gunung berapi, dan palung samudera. Kebanyakan gunung berapi yang aktif di dunia berada di atas batas lempeng, seperti Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire) di Lempeng Pasifik yang paling aktif dan dikenal luas.
Lempeng tektonik bisa merupakan kerak benua atau samudera, tetapi biasanya satu lempeng terdiri atas keduanya. Misalnya, Lempeng Afrika mencakup benua itu sendiri dan sebagian dasar Samudera Atlantik dan Hindia. Perbedaan antara kerak benua dan samudera ialah berdasarkan kepadatan material pembentuknya. Kerak samudera lebih padat daripada kerak benua dikarenakan perbedaan perbandingan jumlah berbagai elemen, khususnya silikon. Kerak samudera lebih padat karena komposisinya yang mengandung lebih sedikit silikon dan lebih banyak materi yang berat. Dalam hal ini, kerak samudera dikatakan lebih bersifat mafik ketimbang felsik.[18] Maka, kerak samudera umumnya berada di bawah permukaan laut seperti sebagian besar Lempeng Pasifik, sedangkan kerak benua timbul ke atas permukaan laut, mengikuti sebuah prinsip yang dikenal dengan isostasi.
3. Jenis-jenis Batas Lempeng

Tiga jenis batas lempeng (plate boundary).
Ada tiga jenis batas lempeng yang berbeda dari cara lempengan tersebut bergerak relatif terhadap satu sama lain. Tiga jenis ini masing-masing berhubungan dengan fenomena yang berbeda di permukaan. Tiga jenis batas lempeng tersebut adalah:
a. Batas transform (transform boundaries) terjadi jika lempeng bergerak dan mengalami gesekan satu sama lain secara menyamping di sepanjang sesar transform (transform fault). Gerakan relatif kedua lempeng bisa sinistral (ke kiri di sisi yang berlawanan dengan pengamat) ataupun dekstral (ke kanan di sisi yang berlawanan dengan pengamat). Contoh sesar jenis ini adalah Sesar San Andreas di California.
b. Batas divergen/konstruktif (divergent/constructive boundaries) terjadi ketika dua lempeng bergerak menjauh satu sama lain. Mid-oceanic ridge dan zona retakan (rifting) yang aktif adalah contoh batas divergen
c. Batas konvergen/destruktif (convergent/destructive boundaries) terjadi jika dua lempeng bergesekan mendekati satu sama lain sehingga membentuk zona subduksi jika salah satu lempeng bergerak di bawah yang lain, atau tabrakan benua (continental collision) jika kedua lempeng mengandung kerak benua. Palung laut yang dalam biasanya berada di zona subduksi, di mana potongan lempeng yang terhunjam mengandung banyak bersifat hidrat (mengandung air), sehingga kandungan air ini dilepaskan saat pemanasan terjadi bercampur dengan mantel dan menyebabkan pencairan sehingga menyebabkan aktivitas vulkanik. Contoh kasus ini dapat kita lihat di Pegunungan Andes di Amerika Selatan dan busur pulau Jepang (Japanese island arc).
4. Kekuatan Penggerak Pergerakan Lempeng
Pergerakan lempeng tektonik bisa terjadi karena kepadatan relatif litosfer samudera dan karakter astenosfer yang relatif lemah. Pelepasan panas dari mantel telah didapati sebagai sumber asli dari energi yang menggerakkan tektonik lempeng. Pandangan yang disetujui sekarang, meskipun masih cukup diperdebatkan, adalah bahwa kelebihan kepadatan litosfer samudera yang membuatnya menyusup ke bawah di zona subduksi adalah sumber terkuat pergerakan lempeng. Pada waktu pembentukannya di mid ocean ridge, litosfer samudera pada mulanya memiliki kepadatan yang lebih rendah dari astenosfer di sekitarnya, tetapi kepadatan ini meningkat seiring dengan penuaan karena terjadinya pendinginan dan penebalan. Besarnya kepadatan litosfer yang lama relatif terhadap astenosfer di bawahnya memungkinkan terjadinya penyusupan ke mantel yang dalam di zona subduksi sehingga menjadi sumber sebagian besar kekuatan penggerak pergerakan lempeng. Kelemahan astenosfer memungkinkan lempeng untuk bergerak secara mudah menuju ke arah zona subduksi [19] Meskipun subduksi dipercaya sebagai kekuatan terkuat penggerak pergerakan lempeng, masih ada gaya penggerak lain yang dibuktikan dengan adanya lempeng seperti lempeng Amerika Utara, juga lempeng Eurasia yang bergerak tetapi tidak mengalami subduksi di manapun. Sumber penggerak ini masih menjadi topik penelitian intensif dan diskusi di kalangan ilmuwan ilmu bumi. Pencitraan dua dan tiga dimensi interior bumi (tomografi seismik) menunjukkan adanya distribusi kepadatan yang heterogen secara lateral di seluruh mantel. Variasi dalam kepadatan ini bisa bersifat material (dari kimia batuan), mineral (dari variasi struktur mineral), atau termal (melalui ekspansi dan kontraksi termal dari energi panas). Manifestasi dari keheterogenan kepadatan secara lateral adalah konveksi mantel dari gaya apung (buoyancy forces) [20] Bagaimana konveksi mantel berhubungan secara langsung dan tidak dengan pergerakan planet masih menjadi bidang yang sedang dipelajari dan dibincangkan dalam geodinamika. Dengan satu atau lain cara, energi ini harus dipindahkan ke litosfer supaya lempeng tektonik bisa bergerak. Ada dua jenis gaya yang utama dalam pengaruhnya ke pergerakan planet, yaitu friksi dan gravitasi.
4. 1. Gaya Gesek
Basal drag
Arus konveksi berskala besar di mantel atas disalurkan melalui astenosfer, sehingga pergerakan didorong oleh gesekan antara astenosfer dan litosfer.
Slab suction
Arus konveksi lokal memberikan tarikan ke bawah pada lempeng di zona subduksi di palung samudera. Penyerotan lempengan (slab suction) ini bisa terjadi dalam kondisi geodinamik di mana tarikan basal terus bekerja pada lempeng ini pada saat ia masuk ke dalam mantel, meskipun sebetulnya tarikan lebih banyak bekerja pada kedua sisi lempengan, atas dan bawah
4. 2. Gravitasi
Runtuhan gravitasi: Pergerakan lempeng terjadi karena lebih tingginya lempeng di oceanic ridge. Litosfer samudera yang dingin menjadi lebih padat daripada mantel panas yang merupakan sumbernya, maka dengan ketebalan yang semakin meningkat lempeng ini tenggelam ke dalam mantel untuk mengkompensasikan beratnya, menghasilkan sedikit inklinasi lateral proporsional dengan jarak dari sumbu ini. :Dalam teks-teks geologi pada pendidikan dasar, proses ini sering disebut sebagai sebuah doronga. Namun, sebenarnya sebutan yang lebih tepat adalah runtuhan karena topografi sebuah lempeng bisa jadi sangat berbeda-beda dan topografi pematang (ridge) yang melakukan pemekaran hanyalah fitur yang paling dominan. Sebagai contoh, pembengkakan litosfer sebelum ia turun ke bawah lempeng yang bersebelahan menghasilkan kenampakan yang bisa mempengaruhi topografi. Lalu, mantel plume yang menekan sisi bawah lempeng tektonik bisa juga mengubah topografi dasar samudera.
Slab-pull (tarikan lempengan)
Pergerakan lempeng sebagian disebabkan juga oleh berat lempeng yang dingin dan padat yang turun ke mantel di palung samudera.[21] Ada bukti yang cukup banyak bahwa konveksi juga terjadi di mantel dengan skala cukup besar. Pergerakan ke atas materi di mid-oceanic ridge mungkin sekali adalah bagian dari konveksi ini. Beberapa model awal Tektonik Lempeng menggambarkan bahwa lempeng-lempeng ini menumpang di atas sel-sel seperti ban berjalan. Namun, kebanyakan ilmuwan sekarang percaya bahwa astenosfer tidaklah cukup kuat untuk secara langsung menyebabkan pergerakan oleh gesekan gaya itu. Slab pull sendiri sangat mungkin menjadi gaya terbesar yang bekerja pada lempeng. Model yang lebih baru juga memberi peranan yang penting pada penyerotan (suction) di palung, tetapi lempeng seperti Lempeng Amerika Utara tidak mengalami subduksi di manapun juga, tetapi juga mengalami pergerakan seperti juga Lempeng Afrika, Eurasia, dan Antarktika. Kekuatan penggerak utama untuk pergerakan lempeng dan sumber energinya itu sendiri masih menjadi bahan riset yang sedang berlangsung
4. 3. Gaya dari luar
Dalam studi yang dipublikasikan pada edisi Januari-Februari 2006 dari buletin Geological Society of America Bulletin, sebuah tim ilmuwan dari Italia dan Amerika Serikat berpendapat bahwa komponen lempeng yang mengarah ke barat berasal dari rotasi Bumi dan gesekan pasang bulan yang mengikutinya. Mereka berkata karena Bumi berputar ke timur di bawah bulan, gravitasi bulan meskipun sangat kecil menarik lapisan permuikaan bumi kembali ke barat. Beberapa juga mengemukakan ide kontroversial bahwa hasil ini mungkin juga menjelaskan mengapa Venus dan Mars tidak memiliki lempeng tektonik, yaitu karena ketiadaan bulan di Venus dan kecilnya ukuran bulan Mars untuk memberi efek seperti pasang di bumi.[22] Pemikiran ini sendiri sebetulnya tidaklah baru. Hal ini sendiri aslinya dikemukakan oleh bapak dari hipotesis ini sendiri, Alfred Wegener, dan kemudian ditentang fisikawan Harold Jeffreys yang menghitung bahwa besarnya gaya gesek oasang yang diperlukan akan dengan cepat membawa rotasi bumi untuk berhenti sejak waktu lama. Banyak lempeng juga bergerak ke utara dan barat, bahkan banyaknya pergerakan ke barat dasar Samudera Pasifik adalah jika dilihat dari sudut pandang pusat pemekaran (spreading) di Samudera Pasifik yang mengarah ke timur. Dikatakan juga bahwa relatif dengan mantel bawah, ada sedikit komponen yang mengarah ke barat pada pergerakan semua lempeng)
4. 4. Signifikansi relatif masing-masing mekanisme


Pergerakan lempeng berdasar pada data satelit GPS NASA JPL. Vektor di sini menunjukkan arah dan magnitudo gerakan.
Vektor yang sebenarnya pada pergerakan sebuah planet harusnya menjadi fungsi semua gaya yang bekerja pada lempeng itu. Namun, masalahnya adalah seberapa besar setiap proses ambil bagian dalam pergerakan setiap lempeng Keragaman kondisi geodinamik dan sifat setiap lempeng seharusnya menghasilkan perbedaan dalam seberapa proses-proses tersebut secara aktif menggerakkan lempeng. satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan melihat laju di mana setiap lempeng bergerak dan mempertimbangkan bukti yang ada untuk setiap kekuatan penggerak dari lempeng ini sejauh mungkin. Salah satu hubungan terpenting yang ditemukan adalah bahwa lempeng litosferik yang lengket pada lempeng yang tersubduksi bergerak jauh lebih cepat daripada lempeng yang tidak. Misalnya, Lempeng Pasifik dikelilingi zona subduksi ( Ring of Fire ) sehingga bergerak jauh lebih cepat daripada lempeng di Atlantik yang lengket pada benua yang berdekatan dan bukan lempeng tersubduksi. Maka, gaya yang berhubungkan dengan lempeng yang bergerak ke bawah ( slab pull dan slab suction ) adalah kekuatan penggerak yang menentukan pergerakan lempeng kecuali untuk lempeng yang tidak disubduksikan. Walau bagaimanapun juga, kekuatan penggerak pergerakan lempeng itu sendiri masih menjadi bahan perdebatan dan riset para ilmuwan
5. Lempeng-lempeng utama


Peta lempeng-lempeng tektonik

SEJARAH TERBENTUKNYA MUKA BUMI ( HISTORY OF FORMATION OF EARTH’S SURFACE)

SEJARAH TERBENTUKNYA MUKA BUMI
( HISTORY OF FORMATION OF EARTH’S SURFACE)
Diharapkan dapat mendiskripsikan sejarah perkembangan bumi beserta teori yang mendukungnya, mendiskripsikan proses terjadinya jagad raya dan tata surya, serta mempelajari anggota tata surya beserta gerakannya

KLASIFIKASI DAN CABANG GEOGRAFI ( Classification and Branches Of Geography)

G. KLASIFIKASI DAN CABANG GEOGRAFI ( Classification and Branches Of Geography)
Secara garis besar, ilmu geografi dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian sebagai berikut :
1. Geografi fisik ( Physical Geography)
Geografi fisik adalah cabang geografi yang mempelajari gejala fisik di muka bumi. Bidang kajian geografi fisik adalah gejala alamiah permukaan bumi yang menjadi lingkuangan hidup manusia.
Pengkajian geografi fisik ditunjang oleh ilmu – ilmu sebagai berikut :
a. Geologi adalah ilmu yang mempelajari struktur, komposisi, sejarah dan proses perkembangan bumi.
b. Pedologi, adalah ilmu yang mempelajari jenis dan proses pembentukan tanah
c. Astronomi, adalah ilmu yang mempelajari benda – benda angkasa
d. Oseanologi, adalah ilmu yang mempelajari tentang sifat fisik dan kimia air laut
e. Klimatologi, adalah ilmu yang mempelajari tentang iklim
f. Meteorologi, adalah ilmu yang mempelajari tentang cuaca
g. Volkanologi, adalah ilmu yang mempelajari gunung api
h. Seismologi, adalah ilmu yang mempelajari tentang gempa bumi
i. Geofisika, adalah ilmu yang mengkaji sifat – sifat bumi bagian dalam dengan metode fisik, seperti mengukur gempa bumi, gravitasi, dan medan magnet
j. Biogeografi, adalah studi tentang penyebaran makhluk hidup secara geografis dipermukaan bumi.

2. Geografi Manusia ( Geografi sosial/ Social Geography)
Geografi sosial adalah cabang geografi yang bidang studinya meliputi aspek kependudukan dan aktivitas manusia yang terdiri dari aktivitas ekonomi, politik, sosial dan budaya.
Cabang – cabang geografi sosial adalah sebagai berikut :
a. Geografi manusia, adalah cabang geografi yang mengkaji sosial, ekonomi, dan budaya penduduk.
b. Antropogeografi, adalah cabang geografi yang mengkaji penyebaran bangsa – bangsa dimuka bumi, di lihat dari sudut geografi
c. Geografi politik, adalah cabang geografi yang mengkaji kondisi – kondisi geografi yang ditinjau secara khusus.
d. Geografi regional, adalah cabang geografi yang mengkaji suatu wilayah tertentu secara khusus.
e. Geografi penduduk, adalah cabang geografu yang mengkaji jumlah, penyebaran, dan komposisi penduduk.
f. Geografi ekonomi, adalah cabang geografi yang mengkaji kegiatan penduduk dalam satu ruang (wilayah) tertentu.
g. Geografi pedesaan, adalah cabang geografi yang mengkaji kondisi – kondisi wilayah pedesaan, termasuk masyarakatm, dari sudut geografi
h. Geografi kota, adalah cabang geografi yang mengkaji keadaan wilayah kota, termasuk masyarakat dari sudut geografi.

THE GEOGRAPHY FIELD / THE SCOPE OF GEOGRAPHY/ RUANG LINGKUP GEOGRAFI

F. THE GEOGRAPHY FIELD / THE SCOPE OF GEOGRAPHY/ RUANG LINGKUP GEOGRAFI

Geography is a science that studies interaction between man and his environment, so geography has clear objects and scope. The object of geography basiccally is divided into two, that is material objects and formal objects.

ASPECT OF GEOGRAPHY (ASPEK GEOGRAFI

ASPECT OF GEOGRAPHY (ASPEK GEOGRAFI)
Secara garis besar, geografi dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu geografi fisik dan geografi manusia.
Geografi fisik mempelajari aspek fisik, sedangkan geografi manusia ( geografi sosial) mempelajari aspek – aspek sosial. Kedua aspek tersebut berpengaruh terhadap lingkungan manusia. Aspek fisik meliputi : relief bumi, mineral dan struktur batuan, air, cuaca dan iklim, flora serta fauna. Sedangkan aspek sosial meliputi aspek sosial, politik, ekonomi dan budaya. Dalam geografi, aspek fisik dan aspek sosial selalu berhubungan dengan disiplin ilmu lain. Hubungan tersebut bersifat timbal balik secara intensif.

1. Aspek Fisik (Physical Aspect)
Aspek geografi yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia yaitu aspek fisik. Beberapa aspek fisik yang mempengaruhi kehidupan manusia misalnya: iklim, relief, gempa bumi, air, vulkanisme dan sebagainya. Tentunya dalam geografi aspek fisik yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia sangat banyak, namun dalam bahasan ini dibatasi beberapa aspek saja.
Contoh aspek fisik yang mempengaruhi kehidupan manusia antara lain seperti berikut.
a. Iklim dan unsur – unsurnya (Climate and its elements)
Iklim merupakan unsur geografi yang penting dalam mempengaruhi aktivitas manusia.
Keadaan iklim di permukaan bumi bervariasi. Faktor yang menentukan iklim adalah letak lintang dan bentuk wilayah. Bentuk wilayah Indonesia merupakan kepulauan yang memiliki empat sifat dasar iklim yaitu :
( 1 ) suhu rata – rata tahunan tinggi,
( 2 ) memiliki dua musim yaitu penghujan dan kemarau,
( 3 ) bebas dari hembusan angin taifun,
( 4 ) kelembapan udara yang tinggi.
Pengaruh iklim terhadap aktivitas manusia.
(1) Para nelayan pada malam hari mulai berlayar ke laut ( melaut ), karena memanfaatkan angin darat, sebaliknya siang hari nelayan kembali (berlabuh) ke darat, hal itu memanfaatkan angin laut.
(2) Sekitar bulan Oktober – April para petani mulai menggarap lahannya, karena bulan – bulan tersebut Indonesia mengalami musim hujan.
Buatlah dengan gambar atau skets untuk mengetahui aspek fisik yang berupa iklim terhadap kehidupan manusia.
To know the influence of physical aspects of climate for human’s life. Observe figure
( sesuai dengan keinginanmu )
Mari merangkum dengan rapi pada buku catatanmu masing – masing dan pinjam buku paket Geografi 1DAN/ Bumi Antariksa di perpustakaan !
Catatlah hal – hal penting apa saja yang perlu diketahui tentang konsep pendekatan. Prinsip dan aspek Geografi. Buatlah dalam rangkumanmu dengan bentuk rangkuman. Tukarlah hasil rangkumanmu dengan rangkuman teman, kemudian berikan saran dan masukan pada rangkuman masing – masing.
b. Relief Bumi (Relief of Earth)
Relief bumi adalah tinggi rendahnya permukaan bumi. Relief bumi merupakan aspek fisik geografi yang mempengaruhi kehidupan manusia maupun tumbuhan. Berikut ini beberapa pengaruh relief bumi terhadp kehidupan manusia.
Pengaruh relief bumi terhadap pertumbuhan tanaman dapat kita pelajari dalam klasifikasi iklim junghuhn berikut :
1. Zona panas = 0 – 700 meter
Jenis tanamannya padi, jagung, tebu dan kelapa
2. Zona sedang = 700 – 1500 meter
Jenis tanamannya kopi, coklat, teh, kina, karet dan hortikultura.
3. Zona sejuk = 1500 – 2500 meter
Jenis tanamannya cemara dan pinus.
4. Zona dingin = lebih dari 2500 meter
Jenis tanamannya lumut.
Why do towns in lowlands develop faster than in high ones ? Explain.
Mengapa kota – kota yang terletak di dataran rendah lebih cepat berkembang bila dibandingkan di daerah dataran tinggi ? Jelaskan !
c. Gempa Bumi (Earthquake)
Gempa bumi, baik tektonik maupun vulkanik, sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia. Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang rawan terhadap kedua jenis gempa tersebut. Seringnya kejadian gempa di Indonesia dipengaruhi oleh letak geologis. Secarta geologis, negara kita berada di jalur pegunungan dan lempeng benua. Dampak yang ditimbulkan oleh gempa bumi terhadap kehidupan di permukaan bumi sangatlah luas.
Contoh :
1) Adanya gempa tektonik dapat membantu ahli geologi untuk menentukan kandungan mineral yang terkandung dalam litosfer.
2) Adanya kejadian gempa dapat membantu arsitek untuk menentukan bentuk rumah dan bahan yang digunakan untuk membangun rumah yang tahan gempa.
Why didn’t the earthquake in Bantul and Yogya effect tsunami, and what causes that condition?. Explain.
Mengapa peristiwa gempa di Bantul dan Yogya tidak mengakibatkan tsunami dan apa penyebabnya?. Jelaskan!
Pernyataan :
1. Ketika mengendarai mobil,keluar,turun, dan menjauh dari mobil
2. Lindungi kepala dan badan dari reruntuhan bangunan (bersembunyi di bawah meja atau tempat tidur
3. Perabotan (lemari,file kabinet) diatur letaknya,menempel pada dinding
4. Mencatat nomor telepon penting yang dapat dihubungi saat gempa terjadi
5. Jauhi pantai untuk menghindari terjadi tsunami
Mitigasi saat terjadi gempa bumi, ditunjukkan nomor……
A. 1,2,dan 3
B. 1,2, dan 5
C. 2,3, dan 4
D. 2,4, dan 5
E. 3,4,dan 5
2. Aspek Sosial (Social Aspects)
Aspek sosial geografi yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia, misalnya penduduk, mobilitas penduduk, dan persebaran penduduk.
a. Penduduk (Population)
Aspek sosial yang mempengaruhi kehidupan manusia yaitu jumlah penduduk. Jumlah penduduk Indonesia menempati urutan ke 4 dunia setelah RRC, India, dan USA. Sedangkan di kawasan Asia Tenggara, Indonesia menduduki urutan pertama. Potensi penduduk yang besar dapat menjadi pendukung dan penghambat pembangunan. Potensi penduduk yang dapat mendukung pembangunan antara lain:
( 1 ) Penduduk usia produktif merupakan sumber tenaga kerja;
( 2 ) Penduduk yang banyak dapat dimanfaatkan sebagai tenaga pembangunan;
( 3 ) Kualitas sumber daya manusia yang tinggi dapat digunakan sebagai tenaga ahli.
Contoh :
Kegiatan industri di Indonesia terpusat di Pulau Jawa, salah satu faktornya adalah jumlah penduduk. Penduduk yang banyak di Pulau Jawa dapat mendukung aktivitas dalam hal.
a) Penyediaan tenaga kerja
b) Sebagai konsumen hasil industri
b. Mobilitas panduduk (Mobility of Population)
Aspek sosial geografi yang berkaitan dengan mobilitas penduduk yaitu urbanisasi. Urbanisasi berpengaruh terhadap penduduk kota maupun desa. Fenomena yang dapat kita lihat di wilayah perkotaan sebagai akibat dari urbanisasi antara makin meluasnya perkampungan kumuh dan tingkat kriminalitas yang tinggi. Sedangkan fenomena yang muncul di pedesaan yaitu produktivitas pertanian menurun sebagai akibat dari kehilangan tenaga kerja muda.
c. Penyebaran penduduk (The Spreading of Population)
Penyebaran penduduk di Indonesia tidak merata. Sebagian besar penduduknya terkonsentrasi di Pulau Jawa. Dampak yang lebih luas dari penyebaran penduduk yang tidak merata adalah:
( 1 ) Pembangunan kurang merata
( 2 ) Pemanfaatan sumber daya alam yang tidak optimal
( 3 ) Di Pulau Jawa, lahan pertanian semakin sempit karena dimanfaatkan untuk lahan perumahan
( 4 ) Wilayah di luar Pulau Jawa kekurangan tenaga kerja, sehingga berdampak daerah luar Jawa pembangunannya kurang lancar.
Untuk mengatasi penduduk Indonesia yang banyak dan tidak merata pemerintah telah berupaya melaksanakan program transmigrasi, walaupun program tersebut belum berhasil secara optimal.
Most of Indonesia population inhabitted in Java island. Explain!
Sebagian besar penduduk Indonesia terdapat di pulau Jawa. Jelaskan!

D. PRINCIPLES OF GEOGRAPHY (PRINSIP GEOGRAFI) Prinsip geografi merupakan dasar mengkaji dan mengungkapkan gejala geografi di permukaan bumi. Secara teoritis, prinsip – prinsip geografi adalah sebagai berikut. 1) Prinsip Penyebaran (Spreading Principle) Prinsip penyebaran dapat digunakan untuk menggambarkan gejala dan fakta geografi dalam peta serta mengungkapkan hubungan antara gejala geografi yang satu dengan yang lain. Hal tersebut disebabkan penyebaran gejala dan fakta geografi tidak merata wilayah yang satu dengan wilayah yang lain. Contoh Prinsip Persebaran : - Persebaran penduduk padat di Indonesia dapat ditemukan di Pulau Jawa, Bali, Lombok dan kota – kota besar di Indonesia. - Persebaran gunung berapi di Indonesia berbentuk rangkaian, dimulai dari pulau Sumatra, Jawa, Sulawesi, terus ke arah timur. - Persebaran daerah penghasil tanaman pangan dapat ditemukan di Brastagi, Sumatra Utara, Cisarua Jawa Barat, dan Brebes, Jawa Tengah. 2) Prinsip Interrelasi (Interrelationship Principle) Prinsip interrelasi digunakan untuk menganalisis hubungan antara gejala fisik dan non – fisik. Prinsip tersebut dapat mengungkapkan gejala atau fakta geografi di suatu wilayah tertentu. Contoh Prinsip Interelasi - Mata pencaharian penduduk di daerah pantai ialah nelayan. - Wilayah di sekitar gunung berapi biasanya merupakan lahan pertanian yang subur. - Setiap musim penghujan beberapa tahun belakang ini, di Jakarta selalu terjadi banjir. 3) Prinsip Deskripsi (Descriptive Principle) Prinsip deskripsi dalam geografi digunakan untuk memberikan gambaran lebih jauh tentang gejala dan masalah geografi yang dianalisis. Prinsip ini tidak hanya menampilkan deskripsi dalam bentuk peta, tetapi juga dalam bentuk diagram, grafik maupun tabel. Contoh Prinsip deskripsi Krakatau Krakatau adalah gugusan pulau gunung berapi di Selat Sunda. Di duga berasal dari sebuah gunung api besar berbentuk seperti kerucut yang kemudian tenggelam sehingga hanya tinggal tiga gumpalan tanah yang merupakan Pulau Sertung, Pulau Panjang dan Pulau Rakata. Di salah satu gumpalan tana tersebut timbul sebuah gunung berapi kecil berbentuk kerucut, yaitu Gunung Rakata. Kemudian timbul dua gunung berapi lagi, yaitu gunung Perbuatan dan Gunung Danan, yang menjadi satu dengan Gunung Rakata dan dinamakan Krakatau. Letusan – letusan dahsyat pada tanggal 26 – 28Agustus 1883 Telah menelan korban 36.000 Jiwa. Gunung perbuatan, gunung Danan, dan setengah dari gunung Rakata hilang lenyap. Pada letusan 1927 terjadi pulau gunung berapi baru di tengah – tengah pulau – pulau lain, yaitu Anak Krakatu. Pada pertengah juli 2004, Anak Krakatau mulai menampakkan gejolaknya. 4) Prinsip Korologi (Chorological Principle) Dengan prinsip korologi dapat dianalisis gejala, fakta, dan masalah geografi ditinjau dari penyebaran, interrelasi dan interaksinya dalam ruang. Contoh Penerapan Prinsip Korologi : Di kawasan Asia tenggara, negara penghasil padi yang cukup besar adalah Thailand dan Vietnam Mengapa ? Karena Thailand dan Vietnam adalah negara tropis yang curah hujannya mencukupi dan air permukaannya melimpah sehingga cukup untuk mendukung irigasi lahan sawah yang luas. Sebagian besarwilayahnya berupa dataran rendah yang sangat cocok untuk pertanian padi sawah. Oleh karena itu kedua negara itu disebut sebagai negara lumbung padi di Asia Tenggara. Coba diskusikan contoh prinsip geografi ini ! 1. Fenomena alam dapat dikaji dan dijelaskan, karena adanya keterkaitan antara faktor yang satu dengan faktor lain, seperti terjadinya angin karena ada perbedaan tekanan udara. Dalam hal ini berarti kita menggunakan prinsip APA & Jelaskan 2. DKI Jakarta berpendududk padat dengan tata ruang kurang memadai menyebabkan terjadi gradasi lingkungan. Kepadatan penduduk tersebut akan nengimbas kewilayah wilayah pea,yang juga memilyangnga disekitar DKI Jakartiki tata ruang kurang mema

D. PRINCIPLES OF GEOGRAPHY (PRINSIP GEOGRAFI)
Prinsip geografi merupakan dasar mengkaji dan mengungkapkan gejala geografi di permukaan bumi. Secara teoritis, prinsip – prinsip geografi adalah sebagai berikut.
1) Prinsip Penyebaran (Spreading Principle)
Prinsip penyebaran dapat digunakan untuk menggambarkan gejala dan fakta geografi dalam peta serta mengungkapkan hubungan antara gejala geografi yang satu dengan yang lain. Hal tersebut disebabkan penyebaran gejala dan fakta geografi tidak merata wilayah yang satu dengan wilayah yang lain.
Contoh Prinsip Persebaran :
- Persebaran penduduk padat di Indonesia dapat ditemukan di Pulau Jawa, Bali, Lombok dan kota – kota besar di Indonesia.
- Persebaran gunung berapi di Indonesia berbentuk rangkaian, dimulai dari pulau Sumatra, Jawa, Sulawesi, terus ke arah timur.
- Persebaran daerah penghasil tanaman pangan dapat ditemukan di Brastagi, Sumatra Utara, Cisarua Jawa Barat, dan Brebes, Jawa Tengah.
2) Prinsip Interrelasi (Interrelationship Principle)
Prinsip interrelasi digunakan untuk menganalisis hubungan antara gejala fisik dan non – fisik. Prinsip tersebut dapat mengungkapkan gejala atau fakta geografi di suatu wilayah tertentu.
Contoh Prinsip Interelasi
- Mata pencaharian penduduk di daerah pantai ialah nelayan.
- Wilayah di sekitar gunung berapi biasanya merupakan lahan pertanian yang subur.
- Setiap musim penghujan beberapa tahun belakang ini, di Jakarta selalu terjadi banjir.
3) Prinsip Deskripsi (Descriptive Principle)
Prinsip deskripsi dalam geografi digunakan untuk memberikan gambaran lebih jauh tentang gejala dan masalah geografi yang dianalisis. Prinsip ini tidak hanya menampilkan deskripsi dalam bentuk peta, tetapi juga dalam bentuk diagram, grafik maupun tabel.
Contoh Prinsip deskripsi
Krakatau
Krakatau adalah gugusan pulau gunung berapi di Selat Sunda. Di duga berasal dari sebuah gunung api besar berbentuk seperti kerucut yang kemudian tenggelam sehingga hanya tinggal tiga gumpalan tanah yang merupakan Pulau Sertung, Pulau Panjang dan Pulau Rakata. Di salah satu gumpalan tana tersebut timbul sebuah gunung berapi kecil berbentuk kerucut, yaitu Gunung Rakata. Kemudian timbul dua gunung berapi lagi, yaitu gunung Perbuatan dan Gunung Danan, yang menjadi satu dengan Gunung Rakata dan dinamakan Krakatau. Letusan – letusan dahsyat pada tanggal 26 – 28Agustus 1883 Telah menelan korban 36.000 Jiwa. Gunung perbuatan, gunung Danan, dan setengah dari gunung Rakata hilang lenyap. Pada letusan 1927 terjadi pulau gunung berapi baru di tengah – tengah pulau – pulau lain, yaitu Anak Krakatu. Pada pertengah juli 2004, Anak Krakatau mulai menampakkan gejolaknya.
4) Prinsip Korologi (Chorological Principle)
Dengan prinsip korologi dapat dianalisis gejala, fakta, dan masalah geografi ditinjau dari penyebaran, interrelasi dan interaksinya dalam ruang.
Contoh Penerapan Prinsip Korologi :
Di kawasan Asia tenggara, negara penghasil padi yang cukup besar adalah Thailand dan Vietnam Mengapa ? Karena Thailand dan Vietnam adalah negara tropis yang curah hujannya mencukupi dan air permukaannya melimpah sehingga cukup untuk mendukung irigasi lahan sawah yang luas. Sebagian besarwilayahnya berupa dataran rendah yang sangat cocok untuk pertanian padi sawah. Oleh karena itu kedua negara itu disebut sebagai negara lumbung padi di Asia Tenggara.
Coba diskusikan contoh prinsip geografi ini !
1. Fenomena alam dapat dikaji dan dijelaskan, karena adanya keterkaitan antara faktor yang satu dengan faktor lain, seperti terjadinya angin karena ada perbedaan tekanan udara. Dalam hal ini berarti kita menggunakan prinsip APA & Jelaskan
2. DKI Jakarta berpendududk padat dengan tata ruang kurang memadai menyebabkan terjadi gradasi lingkungan. Kepadatan penduduk tersebut akan nengimbas kewilayah wilayah penyangga disekitar DKI Jakarta,yang juga memiliki tata ruang kurang memadai,sehingga pemerintah daerah dan wilayah sekitar menghadapi masalah yang sama yakni kependudukan dan lingkungan hidup. Prinsip geografi yang erat kaitanya dengan kasus tersebut adalah Prinsip APA & Jelaskan

10 KONSEP GEOGRAFI

Ada 10 konsep esensial geografi seperti sebagai berikut :
1. Konsep Lokasi (Concept of Location)
Concept of location in geography analyze the positive and negative aspects of a place on earth’s surface.
Concept of location is divided in 2 kinds:
a. Absolute location
b. Relative Location

Konsep lokasi dalam geografi dalam menganalisis aspek positif dan negatif suatu tempat dipermukaan bumi.
Konsep lokasi biasanya untuk menjawab pertanyaan where ( di mana) lokasi dalam geografi dibagi menjadi dua jenis, yaitu :
a. Lokasi Absolut, yaitu lokasi suatu wilayah yang di dasarkan pada garis lintang dan garis bujur.
Contoh : secara astronomis lokasi wilayah negara Indonesia terletak pada gari 60 LU – 11 0 LS dan 950 BT – 141 0 BT
b. Lokasi Relatif, yaitu suatu lokasi wilayah di permukaan bumi yang sifatnya dapat berubah – ubah karena di pengaruhi daerah sekitarnya
Contoh : Tanah yang lokasinya di daerah perkotaan biasanya harganya lebih mahal.
Kota Bandung ada di Provinsi Jawa Barat ? Konsep lokasi bukan ?
Kemukakan lima contoh konsep lokasi !!!
2. Konsep jarak (Concept of Distance)
Distance is a natural separator. Distance is related with location and efforts to satisfy basic needs of life.
Jarak merupakan pembatas yang bersifat alami. Jarak berkaitan denga lokasi dan upaya pemenuhan kebutuhan pokok kehidupan.
Contoh :
a. Jarak tempuh untuk mengangkut bahan baku ke pabrik mempengaruhi besar biaya angkut
b. Tanah yang jaraknya jauh dari jalan raya, harganya lebih murah
3. Konsep Keterjangkauan (Concept of Achievability)
Concept of achievability Achievability is related to the condition of earth’s surface
Keterjangkaun berkaitan dengan kondisi permukaan bumi, misalnya suatu daerah terisolasi karena kondisi permukaan buminya menyebabkannya sulit terjangkau. Ketergantungan pada umumnya berubah sejalan dengan perkembangan ekonomi, iptek dan transportasi
Contoh : Desa yang dikelilingi rawa dan hutan biasanya sulit dijangkau daripada desa yang terletak di tepi pantai
4. Konsep pola (Concept of Pattern)
Pattern is related to dependece on various geographical phenomena on earth’s surface. Geography learns about pattern of form and spreading of geographicl phenomena.
Pola berkaitan dengan ketergantungan pada bentuk fenomena geografi di permukaan bumi. Geografi mempelajari pola – pola bentuk dan persebaran fenomena geografi.
Contoh :
a. Pola persebaran pemukiman di daerah pegunungan didominasi oleh pola menyebar.
b. Pola sungai di daerah lipatan pada umumnya trellis
5. Konsep Morfologi (Concept of Morphology)
Concept of morphology corresponds to the shape of earth’s surface as product of endogenic and exogenic powers.
Konsep morfologi berkaitan dengan bentuk muka bumi sebagai hasil tenaga endogen dan eksogen.
Contoh :
a. Dataran tinggi di daerah puncak Bogor, lahannya dimanfaatkan untuk perkebunan teh.
b. Dataran rendah sepanjang pantai utara Jawa didominasi perkebunan tebu.
6. Konsep Aglomerasi (Concept of Agglomeration)
Agglomeration is spread that tends to group in a region that is relative narrow and most profitable
Aglomerasi merupakan kecenderungan persebaran yang bersifat mengelompok pada suatu wilayah yang relatif sempit dan yang paling menguntungkan.
Contoh : Di Pulau Kalimantan penduduknya umumnya mengelompok sepanjang aliran sungai.
7. Konsep Nilai Kegunaan (Concept of Utility Value)
Utility value is geographical phenomena or natural resource on earth’s surface that is relative to each other among regions.
Nilai kegunaan fenomena geografi atau sumber daya di permukaan bumi bersifat relatif antara wilayah yang satu dengan yang lain.
Contoh :
a. Laut memiliki nilai kegunaan bagi para nelayan, dibandingkan petani.
b. Hutan memiliki nilai kegunaan bagi pecinta alam dibandingkan pelajar.
8. Konsep Interaksi (Concept of Interaction)
Interaction is mutual realtionship between two regions or more than can produce new phenomena, appearance and problem. In interactin, one phenomena depends on another
Interaksi merupakan hubungan timbal – balik antara dua wilayah atau lebih yang dapat menimbulkan gejala, kenampakan dan permasalahan baru. Dalam interaksi, gejala yang satu dengan yang lain saling tergantung.
Contoh : Interaksi kota – desa terjadi, karena adanya perbedaan potensi alam
misalnya : desa menghasilkan bahan baku, sedangkan kota menghasilkan barang industri. Karena kedua wilayah saling membutuhkan, maka terjadi interaksi.
9. Konsep Diferensiasi Area (Concept of Area Differentiation)
Area differentiation corresponds to interregional characteristics on earths surface. Concept of area differentiation is used to study differences of geographycal phenomena between one regionand another on earths surface.
Example : The kinds of plant cultivated in highland will be different from the kinds of plant in low land. Detailed examples are found in Junghuhns climate. (jenis tanaman- ketinggian tempat)
Diferensiasi area berkaitan dengan perbedaan corak antar wilayah di permukaan bumi. Konsep diferensiasi area digunakan untuk mempelajari perbedaan gejala geografi antara wilayah yang satu dengan yang lain di permukaan bumi.
Contoh : Jenis tanaman yang dibudidayakan, antara dataran tinggi, akan berbeda dengan jenis tanaman di dataran rendah, contoh yang rinci, terdapat pada klasifikasi iklim Junghuhn, misalnya :
a) Zona dengan ketinggian 0 – 700 m, jenis tanaman yang dibudidayakan yaitu : tebu, kelapa, jagung, dan padi.
b) Zona dengan ketinggian 700 – 1500 m, jenis tanaman yang dibudidayakan yaitu : teh, kopi, coklat, tembakau dan kina.
c) Zona dengan ketinggian 1500 – 2500 m, terdapat jenis tanaman hutan seperti pinus dan cemara.
d) Zona yang ketinggian lebih 2500 m, jenis tanamannya didominasi lumut.
Selain itu konsep deferensiasi area dapat juga untuk melihat jenis mata pencaharian penduduk, misalnya penduduk yang tinggal di daerah pantai dominan bermata pencahariannya nelayan, berbeda dengan penduduk yang tinggal di daerah rendah cenderung mata pencahariannya petani.
10. Konsep Keterkaitan ruang (Concept of Spatial Interrelatedness)

Spatial interrelatedness shows spread relationship between one phenomenon and another, both in terms of physical or non-physical phenomenon
Example : Rural and urban areas

Keterkaitan ruangan menunjukan derajat keterkaitan persebaran antara fenomena yang satu dengan yang lain, baik yang menyangkut fenomena fisik maupun non – fisik.
Contoh : Wilayah pedesaan dengan perkotaan, misalnya : penduduk kota memerlukan bahan pangan dari desa, sebaliknya penduduk desa perlu memasarkan hasil alamnya ke kota.

KONSEP ESENSIAL GEOGRAFI

C. THE ESSENTIAL CONCEPT OF GEOGRAPHY (KONSEP ESENSIAL GEOGRAFI)
Geography is basically the study about real phenomena in human life. Geographycal phenomena that exist around us are the product of all spatial interrelationships between physycal and non physycal factors. In learning geographycal phenomena,there are real patterns and abstract patterns. Abstract patterns are in the form of abstract understanding that is called concept

PERKEMBANGAN GEOGRAFI

A. PERKEMBANGAN GEOGRAFI
Geografi pertama kali ditemukan oleh Erathotenes dalam tulisannya berjudul Geografika. Goegrafi pada awalnya berarti tentang muka bumi, yang meliputi tanah, iklim, laut, flora,fauna, maupun manusia. Yang disebut bumi pada zaman itu adalah permukaan bumi yang masih terbatas luasnya. Lambat laun manusia menyadari bahwa apa yang diketahui tentang muka bumi ternyata masih terbatas, fakta – fakta dalam kehidupan sehari – hari menumbuhkan rasa tidak puas tentang apa yang selama ini dipelajari.
Pada zaman itu, norma – norma agama masih kuat dalam pengkajian ilmu. Dalam taap selanjutnya, pengetahuan geografi dikembangkan oleh Copernicus. Beliau berpendapat bahwa bumi bukan merupakan pusat peredaran benda – benda langit, mataharilah yang menjadi pusat peredaran benda – benda langit, teori tersebut dinamakan Heliosentris
Pada abad pertengahan, Bernadus Veranus membagi geografi menjadi dua bagian bawah ini :
a. Geografi Generalis
Kajiannya meliputi fenomena : Litosfer, hidrosfer, atmosfer dan bentuk muka bumi
b. Geografi Spesialis

Yok terjemahkan

Branches of geography
1. Physical geography
ical lithosphere, hydrosphere, atmosphere, pedosphere, and global flora and fauna patterns (biosphere). Physical geography can be divided into the following broad categories:
2. Human geography
Human geography is a branch of geography that focuses on the study of patterns and processes that shape human interaction with various environments. It encompasses human, political, cultural, social, and economic aspects. While the major focus of human geography is not the physical landscape of the Earth (see physical geography), it is hardly possible to discuss human geography without referring to the physical landscape on which human activities are being played out, and environmental geography is emerging as a link between the two

TERJEMAHKAN...OKE

Geography (from Greek γεωγραφία - geographia, lit. "earth describe-write"[1]) is the study of the Earth and its lands, features, inhabitants, and phenomena.[2] A literal translation would be "to describe or write about the Earth". The first person to use the word "geography" was Eratosthenes (276-194 B.C.). Four historical traditions in geographical research are the spatial analysis of natural and human phenomena (geography as a study of distribution), area studies (places and regions), study of man-land relationship, and research in earth sciences.[3] Nonetheless, modern geography is an all-encompassing discipline that foremost seeks to understand the Earth and all of its human and natural complexities—not merely where objects are, but how they have changed and come to be. As "the bridge between the human and physical sciences," geography is divided into two main branches—human geography and physical geography.[4][5]

PERTANYAAN UNTUK DI JAWAB

1. Terjemahkan dalam Bahasa Indonesia ?
2. Buatlah definisi Geografi menurut pendapatmu ?
3. Why are clothes in region that have cold climate tend to be thick what factor influences the phenomenan ? , Explain .
Mengapa wilayah yang memiliki iklim dingin model bajunya tebal – tebal, faktor apa yang berpengaruh terhadap fenomena tersebut ? jelaskan ?
4. Why do fisherman seldom go the the sea in the transitional seaconal ? Explain,
Mengapa pada musim pacaroba, para nelayan jarang yang melaut, jelaskan !
5. Why Do towns in lowlands develope faster than thow in highlands? Explain
Mengapa kota – kota yang terletak di dataran rendah lebih cepat berkembang bila dibandingkan di daerah dataran tinggi ? Jelaskan !

Pertanyaan

RUANG LINGKUP GEOGRAFI

STANDAR KOMPETENSI
MENGANALISIS GEJALA ALAM FISIK DAN PERKEMBANGAN BENTUK MUKA BUMI SERTA PELESTARIANNYA
MODUL GEOGRAFI

RUANG LINGKUP DAN HAKIKAT ILMU GEOGRAFI
STANDAR KOMPETENSI ( standar competence )
Menganalisis Gejala Alam Fisik Dan Perkembangan Bentuk Muka Bumi Serta Pelestariannya
KOMPTENSI DASAR ( BASIC COMPETENCE )
1. CONCEPT, APPROACH, PRINCIPLE AND ASPECT OF GEOGRAPHY
Menjelaskan Konsep Geografi, Menjelaskan Pendekatan Geografi, Menjelaskan Pendekatan Geografi, Menjelaskan Prinsip Geografi, Mendeskripsikan Aspek Geografi
2. GEOSPHER (LITHOSPHER, PHEDOSFER, ATMOSPHERE, HYDROSFERER)